0%
banner

Bermimpi Financial Freedom Sebelum Menginjak Usia 30 Tahun, Putra Sukses Membawa Nama Indonesia

Bermimpi Financial Freedom Sebelum Menginjak Usia 30 Tahun, Putra Sukses Membawa Nama Indonesia ke Kancah Internasional

Financial freedom alias kebebasan finansial tengah menjadi idaman banyak milenial, tidak terkecuali Putra Sutopo, Presiden Zeus Gaming ID. Usut punya usut ternyata financial freedom pada usia 30 tahun adalah salah satu targetnya dalam hidup. Tidak heran, Putra bahkan memulai karier bisnisnya di usia yang begitu muda saat dirinya masih berseragam putih abu-abu. 

Meski masih duduk di bangku SMA, Putra sudah memiliki bisnis kafe di salah satu lokasi yang cukup mumpuni di bilangan Jakarta Selatan. Sayangnya, selama lebih dari empat bulan membuka usahanya, kafe tersebut masih belum mendapatkan tamu yang cukup ramai, hingga Putra harus memutar otak bagaimana cara mendongkrak pengunjung. Secara kebetulan, Putra memutuskan membuat acara tournament game yang justru mendongkrak pendapatannya. 

"Zeus pertama kali berdiri pada 2015 secara kebetulan. Awalnya acara tournament yang dibuat hanya untuk meningkatkan sales, eh ternyata profit yang didapatkan justru menjadi yang tertinggi sejak kafe pertama kali dibuka," ungkap Putra. 

Tidak Cepat Puas

Dari acara pertamanya, Putra mencoba melakukan riset dan kembali membuat acara untuk mengetes pasar. Namun kali ini, Putra memilih garasi rumahnya sebagai lokasi acara, seperti juga Steve Jobs pertama kali memulai usahanya, garasi! 

Dari garasi rumahnya, Putra pun membentuk Zeus Gaming dengan lini bisnis event organizer yang fokus pada e-sport. Tidak puas dengan hal itu, setahun kemudian Putra meningkatkan bisnisnya menjadi talent management e-sports team. 

"Gue buat esports tema karena gue liat ada banyak banget orang-orang yang sebenarnya punya potensial nih untuk jadi juara di game dan bahkan bisa ngeharumin nama Indonesia di kancah dunia. Akhirnya terbentuk deh tuh esports tim gue sampai sekarang," ungkap Putra. 

Beragam Hambatan

Namun, tentu saja jalan panjang Putra juga tidak begitu mudah. Selalu ada hambatan dalam usahanya. Misalnya usia muda yang membuat Putra kerap kali kurang banya pengetahuan. Apalagi saat baru memulai bisnis ini, Putra sangat awam dengan membuat proposal dan juga brand awarness. Selain usia dan ambisis yang kerap meluap-meluap, Putra juga mengalami banyak hambatan seperti banyak pengusaha, yaitu modal. Modal yang terbatas membuat Putra kesulitan membesarkan e-sports teamnya. Putra juga mengaku pada awal bisnisnya semua dana yang ia miliki seperti hangus begitu saja karena harus dipakai dan tidak ada harapan untuk keuntungan, setidaknya hingga dua tahun masa bisnisnya. 

"Sampai akhirnya gue vakum dulu nih, gue cari tau weakness gue apa dan strenght gue apa. Akhir nya gue tau kekuatan gue dimana, yaitu sepak bola virtual. Dan akhirnya di tahun 2019 gue re-branding. Saat itu gue udah tau kekuatan gue dimana akhirnya gue fokus ke kekuatan itu, yang dimana gue harus fokus di sepak bola virtual dan PS. Ternyata ketika kekuatan gue di fokusin, malah membuka banyak opportunity buat gue," cerita Putra.

Siapa sangka usai tahu ketakutan dan kekuatannya, Putra pun seperti banyak pebisnis muda harus menghadapi masalah yang juga hampir dialami semua orang, pandemic covid-19. Bahkan, Putra dan timnya yang sudah mendunia dan banyak menjuarai kejuaran juga terancam bangkrut. 

Untungnya, lagi-lagi Putra tidak takut untuk mengambil risiko, bahkan Ketika tabungannya harus habis. Putra melihat kesempatan yang boleh jadi belum dilihat oleh orang lain. Ternyata Indonesia merupakan market sepak bola terbesar kedua dengan demand yang besar. Pada akhirnya Putra memutuskan untuk membuat IFEL dan membuat liga sendiri tujuannya adalah agar dapat mengembangkan industri e-sports di Indonesia dan untuk menjadi nomor satu di dunia. 

"Yang gue kira pada awalnya gue akan bankrut, ternyata gue malah mendapat rezeki besar dan investor dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, untuk bisa lebih membesarkan IFEL," kata Putra. 

Selain sudah tahu kekuatannya dan memiliki target yang jelas, Putra juga pribadi yang penuh strategi, tidak terkecuali saat dirinya memilih orang-orang di dalam timnya, terutama mereka yang akan ikut mengharumkan nama Tanah Air. Disiplin merupakan hal yang tidak bisa ditawar bagi Putra. 

“Prinsip lain gue adalah, apapun yang gue kerjakan atau gue jalanin gaboleh gagal atau berhenti di jalan sih, sehingga itu yang membuat gue selalu mengerjakan semaksimal mungkin dan gue tidak mau melanggar prinsip hidup gue yang ini,” tutup Putra. 

Jadi tidak heran bukan kalau di usia yang sangat muda, Putra bisa menjadi sosok yang #SantaiTapiBerisi. 

Casualogue 

#SantaiTapiBerisi

close popup
join the club
Isi data dibawah ini untuk panduan terkini hidup Santai Tapi Berisi!